Diseminasi Buku Kukang, YIARI-AJI Serukan Setop Perdagangan Ilegal Satwa Liar
JAKARTA, iNews.id - Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) besama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menggelar talkshow diseminasi buku Keluar dari Bayang-Bayang: Mengungkap dan Melawan Perdagangan Ilegal Kukang Indonesia di Ruang Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Sabtu (11/4/2026) lalu. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pesta Media AJI Jakarta 2026.
CEO YIARI Karmele Sánchez menekankan pentingnya pusat penyelamatan dan rehabilitasi dalam upaya konservasi kukang.
“YIARI lahir dari kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan kukang, satwa yang menjadi korban perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan ilegal," ujar Karmele.
Dia mengatakan pelestarian kukang tidak hanya cukup lewat penyelamatan. Jika akar permasalahan tidak diselesaikan, maka pusat rehabilitasi hanya akan menjadi tempat penampungan tanpa akhir.
Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Menhut: Tak Ada Ampun bagi Pemburu Satwa Dilindungi!
"Karena itu, kami mengembangkan pendekatan konservasi yang holistik. Intinya dimulai dari tiga tahapan kunci: penyelamatan (rescue), rehabilitasi (rehab), dan pelepasliaran (release). Tiga proses ini bukan sekadar terhadap kejahatan terhadap satwa liar, tetapi juga fondasi utama dalam memastikan individu yang diselamatkan dapat kembali hidup liar secara aman dan layak," tutur dia.