Diseminasi Buku Kukang, YIARI-AJI Serukan Setop Perdagangan Ilegal Satwa Liar
Selain penegakan hukum, buku ini menunjukkan pentingnya dukungan terhadap penanganan satwa sitaan. Antara 2008 hingga 2022, YIARI menerima 1.342 individu kukang di pusat penyelamatannya.
Fasilitas ini menjadi bagian penting dari respons konservasi, karena satwa hasil penyitaan, serahan masyarakat, maupun penyelamatan lainnya membutuhkan penanganan medis, rehabilitasi, dan perawatan jangka panjang.
Perubahan persepsi publik juga menjadi bagian penting dari capaian ini. Pada 2012 dan 2022, terkumpul 1.866 artikel berita tentang kukang, terdiri dari 621 artikel mengenai penegakan hukum dan 1.245 artikel mengenai penyelamatan, translokasi, dan edukasi.
Di Instagram, pada 2015 sebanyak 90 persen unggahan tentang kukang masih menampilkan satwa ini sebagai peliharaan atau mempromosikan perdagangan. Namun, pada 2022, konten positif dan informatif mendominasi 97 persen unggahan, sementara konten negatif turun menjadi 3 persen.
Pergeseran ini menunjukkan edukasi dan komunikasi publik dapat membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap kukang, dari satwa peliharaan eksotik menjadi satwa liar yang harus dilindungi.
Editor: Rizky Agustian