Ditanya Perkembangan Kasus, Imam Nahrawi Ingatkan Wartawan Salat Jumat

Riezky Maulana ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 13:59 WIB
Ditanya Perkembangan Kasus, Imam Nahrawi Ingatkan Wartawan Salat Jumat

Mantan Menpora Imam Nahrawi seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (24/1/2020). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id – Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, hari ini kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait kasus dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2018.

Menurut pantauan di lokasi, Nahrawi keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika ditanya awak media yang menunggu di pintu gerbang KPK terkait pemeriksaannya, politikus PKB itu tidak menjawab dan mengalihkan topik pembicaraan dengan meminta wartawan yang beragama Islam untuk segera bergegas menunaikan Salat Jumat.

“Ini Salat Jumat ya. Saya muslim, salat Jumat biar tambah cakep,” kata Nahrawi di Gedung KPK, Jumat (24/1/2020).

Nahrawi menjalani pemeriksaan kurang lebih selama satu jam. Dia tampak mengenakan rompi tahanan berwarna jingga dan membawa buku catatan yang bertuliskan, “Ayo Salat Jumat biar tambah cakep.”

Bahkan, ketika ditanya ihwal pemanggilan politikus PKB yang juga Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid, oleh KPK terkait kasus dana hibah Kemenpora, beberapa waktu lalu, Nahrawi malah berkomentar terkait hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi tadi.

“Doakan saja supaya hujannya enggak banjir ya, biar warga kita semakin tenang, biar berusaha semakin baik,” ucapnya.

Ketika masuk ke dalam mobil tahanan, Nahrawi sedikit menaikkan suaranya untuk memberi tahu kepada wartawan bahwa sejak hari ini berkas tersangkanya sudah lengkap. “Oh iya, satu lagi, saya sudah dilimpahin dari penyidik ke kejaksaan. Doakan supaya semuanya lancar ya. Thanks,” tutur Imam.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengonfirmasi kabar yang disampaikan Nahrawi tersebut. Ketika dihubungi, Ali mengatakan jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK segera menyusun draf surat dakwaan untuk mantan menpora itu.

“Tersangka IMR (Imam Nahrawi) sudah P21 ya. Hari ini pelimpahan tahap II, pemeriksaan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke JPU,” ujarnya.

Untuk selanjutnya, Nahrawi akan ditahan di Rutan Kelas 1 Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari. “Ditahan sejak 24 Januari 2020 smapai 12 Februari 2020,” kata Ali.

Dalam kasus ini, Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, pada 18 September 2019. Imam diduga meminta uang Rp11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018, sehingga total dugaan penerimaan sebesar Rp26,5 miliar. Uang itu diduga kuat sebagai suap atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Imam dan Miftahul Ulum dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil