Ditanya soal Pencopotan Ketua MPR, Bamsoet Singgung Kasus Fahri Hamzah

Felldy Utama, Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 04 Desember 2019 - 02:44 WIB
Ditanya soal Pencopotan Ketua MPR, Bamsoet Singgung Kasus Fahri Hamzah

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan keputusan mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar tak terkait dengan jabatannya sebagai ketua MPR. Dia mengatakan, keputusannya itu demi rekonsiliasi di tubuh Partai Golkar.

Mantan ketua DPR ini menyebutkan, Partai Golkar dan MPR merupakan dua entitas yang berbeda. Karena itu, kedua organisasi tersebut memiliki aturan masing-masing

"Aturan untuk pimpinan MPR/DPR, sudah jelas. Jadi tidak perlu dipertanyakan lagi. Bisa dicopot dari lama, Fahri Hamzah bisa dicopot dari lama. Jadi intinya kembalinya ke aturan perundangan-undangan yang ada," tuturnya.

BACA JUGA:

Jokowi Apresiasi Langkah Bamsoet: Kalau Golkar Panas, Politik Indonesia Juga Panas

Kelakar Jokowi saat Hadir di Munas Partai Golkar: Hawanya Sejuk

Empat Alasan Bamsoet Mundur dari Caketum Partai Golkar

Hal itu disampaikan Bamsoet di sela-sela Munas X Golkar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019) malam.

Bamsoet kembali memastikan, dirinya dan Airlangga Hartarto memiliki semangat yang sama. Semangat itu berupa rekonsiliasi demi memajukan Partai Golkar.

"Yang pasti saya dengan semangat yang tinggi bersama Pak Airlangga kemudian melakukan rekonsiliasi. Itulah cara-cara Partai Golkar," katanya.

Bamsoet menuturkan, dirinya dan Airlangga Hartarto, yang mencalonkan diri kembali menjadi ketua umum, akan sama-sama membentuk struktur kepengurusan Partai Golkar periode 2019-2024.

"Kami sudah sepakat dua gerbong ini akan disatukan. Jadi semangat rekonsiliasi inilah yang kemudian mendorong kita berdua untuk melakukan rekonsiliasi," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad