Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asap Karhutla Ancam Kesehatan Masyarakat, Ini 6 Kelompok Rentan Terkena ISPA
Advertisement . Scroll to see content

DPR Desak BNPB Cegah Karhutla Sejak Dini, Bukan Hanya Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44:00 WIB
DPR Desak BNPB Cegah Karhutla Sejak Dini, Bukan Hanya Padamkan Api
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mendesak BNPB memperkuat mitigasi karhutla melalui deteksi dini, kesiapan personel, dan alokasi anggaran berbasis risiko. (Foto: iNews.id/Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini. Dia meminta penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga kesiapsiagaan agar kebakaran tidak meluas dan membahayakan masyarakat.

Selly menilai, penanganan karhutla membutuhkan langkah serius, terukur, dan terkoordinasi, terutama di daerah yang rawan kekeringan. BNPB diminta memastikan kesiapan personel, peralatan, dan dukungan operasional sebelum kondisi darurat terjadi.

“Penanganan karhutla harus dilakukan secara serius, terukur, dan tidak semata-mata berorientasi pada pemadaman setelah api meluas. BNPB perlu memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini, terutama di wilayah rawan kekeringan dan kebakaran,” ujar Selly, Rabu (21/10/2026).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti pentingnya koordinasi BNPB dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait. Informasi cuaca, titik panas, dan potensi kekeringan, menurutnya, harus segera ditindaklanjuti melalui tindakan nyata di lapangan.

Selly menyebut langkah pencegahan perlu mencakup kesiapan petugas dan peralatan, ketersediaan sumber air, pengawasan kawasan rawan, hingga pelibatan masyarakat. Deteksi lebih awal dinilai penting agar potensi kebakaran bisa diketahui sebelum api meluas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut