Drama Hoaks Ratna Sarumpaet Dianggap Blunder Terburuk Prabowo
Dia mengingatkan, hal terpenting yang bisa diambil dari kasus ini yaitu elite politik perlu belajar political digital literacy. Elite parpol perlu memperhatikan soal validitas dan akurasi data sebelum data yang diterima dibagikan kepada publik.
"Elite parpol perlu seni memahami digital literasi. Kalau nggak bisa, risikonya besar. Contoh Prabowo dalam menanggapi kasus ini," kata Post-Doctoral Research Fellow di Asia Institute, Faculty of Arts, the University of Melbourne, Australia ini.

Menurut Nyarwi, dalam konteks ini, Gerindra dinilai perlu belajar dari Partai Demokrat dalam menanggapi berita Asia Sentinel tentang tuduhan keterlibatan ketua umum partai itu di pusaran kasus Bank Century yang menghebohkan publik belum lama ini. Partai Demokrat melakukan investigasi sampai ke Hong Kong untuk menemui penulis dan narasumbernya.
”Tim Prabowo perlu belajar memverifikasi data sehingga bisa menemukan kebenarannya karena hoaks itu bisa merusak iklim demokrasi, merusak pola pikir dan citra elite itu sendiri," tutur direktur Presidential Studies-DECODE UGM itu.
Nyarwi memandang bukan tidak mungkin drama Ratna Sarumpaet ini bagian dari testing the water tim Prabowo-Sandi untuk mengevaluasi soliditas pendukungnya yang selama ini mengusung #2019GantiPresiden.