Dua Pantun Ketua DPR di Pembukaan Sidang, dari Pejabat Akur hingga Amandemen UUD

Ilma De Sabrini ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:57 WIB
Dua Pantun Ketua DPR di Pembukaan Sidang, dari Pejabat Akur hingga Amandemen UUD

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam beberapa kesempatan, terutama sidang paripurna, kerap berpantun. Keahliannya itu kembali diperlihatkan pada Sidang Paripurna DPR Pembukaan Sidang VI, Jumat (16/8/2019).

Jika biasanya satu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini pun langsung memberondong dengan dua pantun sekaligus. Pantun pertama memuat pesan kepada para peserta sidang yang hadir untuk tidak saling sindir apabila ada perbedaan pendapat.

"Segi empat belah ketupat. Ketupat dibuat bila lebaran dekat. Para pemimpin jangan saling sindir silang pendapat.
Agar negeri tetap sehat dan kuat," ucap Bamsoet saat membuka persidangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Pesan yang sama juga disematkan pada pantun yang kedua. Bamsoet berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesatuan NKRI dan Pancasila, meskipun ada perbedaan pendapat.

"Bunga Seroja dari Kalimantan. Dibawa orang ke Sulawesi. Walau orang ramai mendebat amandemen. Pancasila dan NKRI tetap harga mati," ujarnya.

Dalam acara itu turut hadir Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta seluruh jajaran menteri kabinet Indonesia Kerja. Tampak juga mantan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno.


Editor : Djibril Muhammad