Dunia Digital di Mata Kaum Lansia
Berdasarkan kajian Ilmu Komunikasi, apa yang terjadi pada kaum lansia tersebut sangat terkait dengan Pola Penggunaan Media (Media Consumption Pattern). Menurut Putnam (2000) dalam Lestari, Yulia, Puspita (2017), konsumsi media adalah penyebab paling dominan dari menurunnya level social capital dan public participation seseorang. Media, apa pun bentuknya, akan memprivatisasi waktu senggang manusia, segala aktivitas dan interaksi dengan orang lain. Di waktu senggang seseorang akan lebih banyak membicarakan masalah pribadi yang dibawa ke ranah publik. Putnam melihat garis batas antara publik dan privat dikaburkan oleh media. Persoalan yang seharusnya di ranah privat menjadi ranah publik lewat kooptasi media.
Pemikiran Putnam ini sejalan dengan Bennett & Segerberg (2012) yang melihat media engagement sebagai hasil dari media consumption. Bennett & Segerberg (2012) kemudian mendefinisikan media engagement sebagai kombinasi dari kognitif, motivasi, kebiasaan, dan perilaku yang normatif di mana hal ini konsisten dengan konten media dan konsumsi media oleh masyarakat (user) pada kehidupan sehari-harinya (Lestari, Yulia, Puspita, 2017).
Karena itulah, alangkah baiknya diadakan program inisiatif seperti Tular Nalar di atas yang mampu memberikan pemahaman dan peningkatan literasi digital kepada semua targeting group, termasuk di antaranya kaum lanjut usia. Setidaknya, generasi tua tersebut akan mampu mengenal dan memilah informasi mana saja yang perlu disebarkan dan mana yang tidak sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Jika demikian, kaum lansia pun dapat menggunakan gadget dan media sosial dengan bijak.
Editor: Anton Suhartono