Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anggaran Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun di RAPBN 2027, ESDM Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Ekonom Soroti Pengetatan RAPBN 2027, Defisit Turun tapi Utang Naik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:52:00 WIB
Ekonom Soroti Pengetatan RAPBN 2027, Defisit Turun tapi Utang Naik
Ekonom menilai klaim pemerintah bahwa RAPBN 2027 dirancang secara ekspansif bertolak belakang dengan struktur indikator fiskal. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Pengalihan utang proyek Kereta Cepat Whoosh sekitar Rp116 triliun ke Kementerian Keuangan menjadi bukti bahwa kewajiban kontinjensi pemerintah sejatinya hanya berpindah tempat dan waktu tanpa benar-benar terselesaikan secara ekonomi.

Di sisi lain, anomali terlihat pada pos pembiayaan anggaran. Meski defisit dipatok menyusut menjadi Rp671,2 triliun, target penarikan pembiayaan utang pada RAPBN 2027 justru meningkat hingga mencapai Rp876,3 triliun, atau sekitar Rp205 triliun lebih tinggi dari kebutuhan riil penutup defisit.

Kebijakan pengetatan postur anggaran ini turut menekan alokasi transfer ke daerah yang menjadi urat nadi pembangunan di berbagai wilayah. Faisal menggarisbawahi bahwa berkurangnya porsi transfer pusat berisiko menghambat proyek perbaikan infrastruktur daerah dan pelayanan publik.

"Di daerah, TKD 2027 nilainya hanya 86 persen dari total pagu 2025 yang sebesar Rp849 triliun, sehingga akselerasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur akan tetap tertahan. Angka ini bahkan hanya setara 83 persen dari level 2023, padahal lebih dari 80 persen kabupaten dan kota masih sangat bergantung pada transfer pemerintah pusat," kata dia.

Tekanan anggaran daerah tersebut kian mengkhawatirkan menyusul adanya wacana penggunaan alokasi transfer daerah sebagai penjamin risiko kredit bagi program-program pemerintah pusat. CORE Indonesia mendesak agar skema pembiayaan program nasional tidak mengorbankan pos belanja modal di tingkat lokal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut