Eks Kabiro Kepegawaian Ungkap Perintah Eks Menag Lukman Luluskan Haris Hasanuddin

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:31 WIB
Eks Kabiro Kepegawaian Ungkap Perintah Eks Menag Lukman Luluskan Haris Hasanuddin

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Mantan Kepala Biro (Kabiro) Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Setjen Kemenag), Ahmadi, hari ini bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Dalam persidangan itu, jaksa menanyakan keterlibatan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dalam meluluskan Haris Hasanuddin untuk menduduki jabatan sebagai kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur.

“Apakah Saudara (Ahmadi) dipanggil Pak Menteri (Lukman) berdua dengan Pak Sekjen, untuk meloloskan Pak Haris?” tanya jaksa Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Menjawab pertanyaan itu, Ahmadi mengaku pernah bertemu Lukman, tetapi kapan tepatnya pertemuan tersebut, dia tidak ingat persis. “Benar, pernah. Waktunya lupa, yang jelas menjelang pengumuman tiga besar,” jawab Ahmadi.

Kemudian, jaksa menanyakan kembali kepada Ahmadi soal keterlibatan Lukman dalam memenangkan Haris dalam proses seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) di Kemenag. Jaksa menanyakan, apa yang dimintai Lukman terhadap calon tiga besar yang sudah lulus seleksi tersebut.

“Apa yang disampaikan Pak Menteri (Lukman) terkait tiga besar itu?” tanya jaksa.

“Ya, pada intinya bahwa Haris masuk tiga besar,” ujar Ahmadi di hadapan majelis hakim.

Tidak puas dengan jawaban Ahmadi. Jaksa kembali menanyai Ahmadi apakah masuknya Haris dalam tiga besar seleksi jabatan untuk posisi kakanwil Kemenag Jawa Timur itu atas perintah langsung dari Lukman. “Permintaan Pak Menteri (Lukman)?" tanya jaksa.

“Iya,” ucap Ahmadi.

Mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanudin, telah divonis 2 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan. Haris dinyatakan bersalah menyuap anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy (Romy).

Haris terbukti menyerahkan uang suap Rp255 juta kepada Romy yang dimaksudkan untuk membantu agar dirinya diangkat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Majelis hakim menyatakan Haris bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil