Eksklusif! Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Terpilihnya Listyo Sigit Jadi Kapolri
“Nah dalam fungsi itulah, saya selaku kompolnas mulai dari Kompolnas silakan yang anggota-anggota itu membuat usul, muncul lah beberapa nama. Terus saya undang pleno, lalu kita bikin skor lagi, muncul lah tiga nama bintang 3 dan dua nama bintang 2,” ujarnya.
Mahfud menyebut tiga nama perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) yang masuk kandidat terbaik saat itu adalah Arief Sulistyanto, Boy Rafli Amar, dan Agus Andrianto yang kini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, terdapat dua kandidat berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen). Salah satunya Ahmad Dofiri yang saat itu masih berpangkat bintang dua.
“Nah mungkin, Pak Jokowi sebagai presiden ingin memilih dari yang bintang 2, kita sediakan bintang 2 yang terbaik ada 2 pak, ini namanya Ahmad Dofiri bintang 2, kalau mau dijadikan Kapolri, paginya diangkat bintang 3, sorenya diangkat Kapolri kan bisa. Lalu yang ketiga itu agung (Irjen Agung Setya) waktu itu menjadi Kapolda Riau,” ucapnya.
Mahfud kemudian mengungkapkan bahwa nama Listyo Sigit Prabowo tidak masuk dalam daftar peringkat awal hasil penilaian internal Kompolnas. Namun, setelah proses penilaian selesai, Mensesneg Pratikno menghubunginya untuk meminta nama Listyo dimasukkan ke dalam tiga besar.