Ekspor CPO Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Amran Dorong Sawit Naik Kelas lewat Hilirisasi
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan penguatan harga komoditas global turut mendorong kinerja ekspor, khususnya kelompok komoditas pertanian. Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga.
“Pada Juli tahun 2026, secara umum harga komoditas di pasar global menunjukkan peningkatan secara year on year. Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, dan juga logam dan mineral. Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya didorong oleh peningkatan harga minyak sawit,” ujar Ateng dalam penyampaian Berita Resmi Statistik BPS awal September lalu.
Penguatan ekspor minyak sawit juga tercermin pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15 yang menjadi salah satu komoditas pendorong ekspor nonmigas. Di sisi lain, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 7,16 persen sepanjang Januari–Juli 2026.
Amran mengatakan pertumbuhan ekspor tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan berbasis pertanian. Menurutnya, semakin banyak komoditas yang diolah di dalam negeri, semakin besar pula peluang menciptakan nilai tambah sebelum produk memasuki pasar internasional.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai tambah itu kembali kepada petani dan pekebun. Produktivitas kita tingkatkan, kemudian hilirisasi kita dorong. Jadi dari hulu sampai hilir harus kuat,” katanya.