Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak
Advertisement . Scroll to see content

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:15:00 WIB
Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak
Kasus demam berdarah banyak menewaskan anak-anak. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Ia menjelaskan, virus dengue terdiri atas empat serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Seseorang yang pernah terinfeksi salah satu serotipe hanya memiliki kekebalan terhadap virus tersebut, tetapi tetap berisiko tertular serotipe lainnya.

Karena itu, orang tua tidak boleh lengah meski anak pernah mengalami DBD.

Selain mencegah gigitan nyamuk, orang tua juga perlu memahami tanda bahaya yang dapat muncul ketika anak sakit.

"Orang tua tidak boleh langsung merasa aman ketika demam anak mulai turun. Pada sebagian pasien, tanda bahaya justru dapat muncul setelah demam mereda," jelasnya.

Menurut dr Ikhsan, beberapa gejala yang harus segera mendapat penanganan medis antara lain muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan atau gusi berdarah, tubuh sangat lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.

Di sisi lain, dampak DBD tidak berhenti saat pasien keluar dari rumah sakit. Anak yang terinfeksi dapat kehilangan waktu belajar, tertinggal pelajaran, bahkan masih merasakan kelelahan selama beberapa minggu setelah dinyatakan sembuh.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut