Gelar Perkara Kasus Kebakaran Kejagung Bersama Jaksa, Ini yang Dicari Polri

Puteranegara Batubara ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:15 WIB
Gelar Perkara Kasus Kebakaran Kejagung Bersama Jaksa, Ini yang Dicari Polri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Penyidik Direktorat Tindak Pidana (Dittipidum) Bareskrim Polri melakukan gelar perkara alias ekspose kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan para jaksa peneliti. Ekspose dilakukan agar pemberkasan perkara berjalan lancar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan, dengan adanya proses P-16 diharapkan nantinya jaksa peneliti tidak membolak-balikan atau 'ping-pong' berkas perkara kasus tersebut ketika dilimpahkan tahap I dari penyidik Bareskrim Polri.

"Dihadiri oleh jaksa peneliti karena yang kami kerjakan karena sudah ditunjuk Kejaksaan terkait jaksa peneliti sehingga Polri punya kepentingan untuk ekpose bersama kasus ini. Biar nanti kalau sudah tahap I bisa berjalan lancar jangan sampai berkas bolak-balik. Jadi istilahnya kami sinkronisasi," katanya dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dalam gelar perkara tersebut, Awi mengungkapkan, penyidik Bareskrim Polri telah memaparkan sejumlah fakta yang ditemukan selama penyidikan kepada jaksa peneliti. Dalam proses itu, Bareskrim Polri juga menerima dan menampung sejumlah masukan dan saran dari Kejaksaan terkait konstruksi perkara kebakaran tersebut.

"Di situlah kekurangan-kekurangan selanjutnya akan jadi bahan evaluasi penyidik dan tindak lanjut agar tadi segera penyidikan bisa selesai bisa diserahkan ke Kejaksaan tahap I," ucapnya.

Awi menuturkan, gelar perkara langsung dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana. "Gelar perkara langsung dipimpin Kabareskrim dan dihadiri Jampidum, hadir juga Dir Tipidum Bareskrim dan Jaksa Peneliti," katanya.

Bareskrim Polri menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Hal itu didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam.

Penyidik menemukan sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame atau nyala api terbuka. Api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, karena diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak lobi yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkir, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.

Editor : Djibril Muhammad