Gerindra Desak Bersih-Bersih Lingkaran Dekat Prabowo: Pastikan Tak Ada lagi Duri dalam Daging
JAKARTA, iNews.id - Partai Gerindra meminta Polri mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Gerindra juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap personel di lingkaran pengamanan presiden untuk memastikan tidak ada lagi pihak yang menjadi ancaman dari dalam.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, dugaan penyadapan terhadap kepala negara bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Kasus tersebut juga menyangkut keamanan informasi negara dan stabilitas pemerintahan.
"Tindakan menyadap presiden bukan lagi sekadar kejahatan siber atau pelanggaran etik, melainkan tindakan sabotase dan pengkhianatan terhadap kedaulatan negara. Siapa pun yang bermain di belakang layar, apa pun jabatannya dan seberapa besar kekuatannya harus diseret ke muka hukum," kata Sugiat dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Sugiat yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR mengapresiasi langkah Polri menetapkan Listyo sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Menurut dia, penanganan perkara ini menunjukkan penegakan hukum harus berlaku tanpa membedakan pangkat, jabatan, maupun institusi.
"Partai Gerindra mengapresiasi dan mendukung penuh ketegasan Kapolri beserta jajaran Mabes Polri yaitu Bareskrim dan Divisi Propam yang menindak tegas siapa pun yang diduga melakukan pelanggaran hukum, tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun institusi," ujarnya.