GMNI Soroti Ketimpangan Pusat-Daerah, Minta Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Negara
Wakil Ketua Dewan Pakar Nasional PA GMNI Andreas Hugo Pariera mengatakan persoalan di Aceh perlu disikapi secara hati-hati dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
“Pemerintah terutama pihak keamanan untuk secara persuasif mengajak saudara-saudara kita di Aceh lebih memahami bagaimana kita hidup sebagai bangsa, menghormati simbol-simbol kenegaraan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Andreas.
Dia menambahkan, refleksi menjelang 17 Agustus tidak sekadar menjadi agenda peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan bangsa secara lebih menyeluruh.
Menurut GMNI, momentum kemerdekaan perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, bukan hanya melalui kegiatan perayaan.
GMNI berharap pembenahan tata kelola bernegara semakin berorientasi pada masyarakat kecil. Penerapan nilai-nilai Pancasila serta penguatan kedaulatan politik, ekonomi dan kebudayaan dinilai menjadi bagian penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Editor: Puti Aini Yasmin