Gratifikasi Bowo Sidik, KPK Bakal Hadirkan Mendag Enggartiasto di Persidangan

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 03 Oktober 2019 - 15:15 WIB
Gratifikasi Bowo Sidik, KPK Bakal Hadirkan Mendag Enggartiasto di Persidangan

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui jaksa penuntut umum (JPU) berencana menghadirkan Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, dalam persidangan perkara gratifikasi eks anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso. Jaksa akan memanggil Enggar jika telah ada penetapan dari hakim terkait jadwal pemanggilan saksi dalam persidangan tersebut.

“Terkait dengan permintaan terdakwa Bowo Sidik untuk menghadirkan menteri perdagangan, JPU telah menyampaikan di persidangan, dan nanti akan memanggil yang bersangkutan sebagai saksi begitu ada penetapan dari hakim,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Bowo Sidik Pangarso didakwa menerima sejumlah gratifikasi terkait dengan amplop “cap jempol” untuk serangan fajar Pemilu 2019. Dalam persidangan sebelumnya, Bowo meminta jaksa KPK untuk menghadirkan Enggar. Bukan tanpa alasan, Bowo menyatakan bahwa dia ingin membuktikan pernyataannya terkait sumber gratifikasi yang diterimanya seperti tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik KPK.

Bowo Sidik didakwa menerima gratifikasi berupa uang dengan total 700 ribu dolar Singapura. Perinciannya, sebanyak 250 ribu dolar Singapura diduga dia terima pada 2016, karena Bowo telah mengusulkan Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik APBN 2016.

Kemudian, 50 ribu dolar Singapura diduga diterima Bowo saat mengikuti Munas Golkar 2016 di Bali. Pada tahun berikutnya, Bowo kembali menerima gratifikasi sebesar 200 ribu dolar Singapura atas kedudukannya sebagai Anggota DPR Komisi VI yang bermitra dengan PT PLN.

Dalam perkara ini, KPK menduga bahwa uang Bowo sebesar Rp6,5 miliar terkait dengan gratifikasi. Berdasarkan keteranagn KPK, uang Rp6,5 miliar itu termasuk bagian dari total Rp8,45 miliar yang ditemukan KPK di dalam ratusan ribu amplop “cap jempol”.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Bowo mengungkapkan sumber uang Rp2 miliar yang diterimanya bersumber dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Uang Rp2 miliar itu diduga bagian dari total Rp8,45 miliar yang dimasukkan ke dalam 400.000 amplop.

Informasi itu menyebutkan, uang Rp2 miliar diduga diberikan Enggar untuk memuluskan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas dan mulai berlaku di tahun 2017. Untuk mengungkap hal tersebut, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi dari unsur anggota DPR Komisi VI.

Editor : Ahmad Islamy Jamil