Habib Luthfi bin Yahya Bertemu Mahfud MD, Ini yang Dibahas

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 22 November 2019 - 14:02 WIB
Habib Luthfi bin Yahya Bertemu Mahfud MD, Ini yang Dibahas

Habib Luthfi bin Yahya bertemu Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (22/11/2019). (FOto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi menemui Menko Polhukam Mahfud Md. Habib Luthfi menemui Mahfud seorang diri.

Setelah melakukan pertemuan tertutup selama kurang lebih 1,5 jam, Mahfud Md mengatakan, pertemuan dengan Habib Luthfi membahas mengenai membangun Indonesia yang damai di bawah naungan Pancasila.

"Intinya kami berbicara tentang Indonesia yang damai, Indonesia yang penuh rahmah ke masa depan," katanya di Kantor Kemen Kopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Mahfud mengungkapkan, dirinya juga membicarakan cara membangun kerukunan antarsesama bangsa. Terutama, cara menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan perbedaan suku, agama dan ras.

"Membangun kerukunan kebersatuan di bawah kedaulatan negara RI. Tanpa pertentangan-pertentangan priomodialisme, baik itu agama, suku, kedaerahan dan RAS," ujarnya.

Mahfud menuturkan, kedatangan Habib Luthfi juga memberikan undangan acara yang bakal diagendakan di Pekalongan, Jawa Tengah. Habib Lutfi menjelaskan undangan tersebut untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Di Pekalongan biasa setiap tahun kan kita adakan syukuran. Syukuran itu terima kasih lah, kepada baginda nabi SAW dengan mengadakan maulud, bukan semata maulud peringatan, tetapi kita selaku umat Islam saya khususnya pribadi maupun Pak Mahfud tentang jadi umat Islam," katanya.

Ulama asal Pekalongan, Jawa Tengah ini memaparkan, acara maulid Nabi nanti juga bakal dibarengi dengan memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November. Dia menyebut merefleksikan pengorbanan pahlawan penting untuk diamalkan.

"47 tahun kita punya andil apa, seterusnya dan seterusnya kontribusi kita itu apa untuk isi kemerdekaan ini. Apa ribut terus, negara lain sudah maju luar biasa. Kita begini dan begini, kapan kita, negara kita untuk maju ke depan bisa mampu jawab tantangan negara internasional," tuturnya.


Editor : Djibril Muhammad