Hasil Investigasi KNKT terkait Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi, Masalah Sinyal hingga Komunikasi
JAKARTA, iNews.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan enam faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KRL KA 5568A Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
Berdasarkan hasil investigasi KNKT yang dilihat Senin (28/9/2026), kecelakaan terjadi pada pukul 20.52.12 WIB. KA 4B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi yang melaju di Jalur III Stasiun Bekasi Timur bertabrakan dengan KRL KA 5568A relasi Kampungbandan-Cikarang di Jalur I.
Sebelum tabrakan, KA 5568A sempat berhenti di Jalur I Stasiun Bekasi Timur untuk proses naik turun penumpang pada pukul 20.48.55 WIB. Kereta kemudian bergerak sekitar 1,69 meter sebelum kembali berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu.
Kerumunan tersebut muncul setelah sebelumnya terjadi kecelakaan antara KRL KA 5181B dengan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau taksi di JPL 86 Jalan Ampera pada pukul 20.48.24 WIB.
KNKT menemukan sejumlah persoalan dalam rangkaian kejadian tersebut. Salah satunya adalah informasi mengenai KRL KA 5568A yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur karena adanya kerumunan warga tidak tersampaikan kepada Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKP) Selatan.