Heboh Pria Ngaku Imam Mahdi di Bangkalan, MUI: Sesat
Dia menambahkan, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, Imam Mahdi berasal dari keturunan Siti Fatimah. Karena itu, menurutnya, pengakuan sebagai Imam Mahdi harus merujuk pada landasan keagamaan yang jelas, bukan klaim sepihak.
Kesesatan kedua yang disoroti Cholil adalah klaim seolah-olah memiliki kekuasaan atas takdir, umur, hingga keimanan seseorang. Berdasarkan kesaksian korban, FF diduga mengancam pengikut yang tidak memenuhi permintaan uang dengan mengatakan mereka akan meninggal dunia dalam kurun waktu tertentu atau kehilangan iman.
Cholil menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Menurutnya, manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui atau menentukan takdir orang lain.
"Wong dirinya sendiri tidak tahu pada takdirnya sendiri, bagaimana bisa tahu pada takdir orang lain? Kalau tahu, saya pikir enggak bakalan dia nipu dan akhirnya dilaporkan ke polisi," ujar Cholil.
Poin ketiga berkaitan dengan dugaan manipulasi psikologis dan pemerasan finansial. FF diduga memanfaatkan kepercayaan para pengikutnya dengan menjanjikan penebusan dosa, umur panjang, serta keselamatan keluarga.