Hotspot Karhutla Turun Jadi 387 Titik, Sumsel dan Kalteng Masih Tertinggi
Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Jika kondisi udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.
Kemenhut mengimbau masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke permukiman agar tidak melakukan evakuasi secara mandiri.
"Jaga jarak, hindari tindakan yang dapat membuat satwa stres atau agresif, catat lokasi serta kondisi satwa apabila memungkinkan, dan segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat," demikian imbauan Kemenhut.
Kemenhut juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Penurunan hotspot harus diikuti patroli, deteksi dini, respons cepat, serta keterlibatan masyarakat untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Masyarakat yang menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, atau satwa liar yang membutuhkan penanganan dapat melapor ke Posko Karhutla Kemenhut melalui telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email [email protected].
Editor: Aditya Pratama