Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono (Foto: Bakom RI)
Salah satu prioritasnya adalah perlindungan warga terdampak, terutama melalui pelayanan kesehatan. Pemerintah juga mendorong penyediaan fasilitas pemulihan, termasuk rumah oksigen dan penanganan bagi masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain itu, anggaran akan diprioritaskan untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla, mulai dari pengadaan alat pelindung diri, pompa dan tangki air, hingga selang pemadam. Kemudian, alat suntik air untuk lahan gambut, pembuatan sumur bor, dan juga operasional dan mobilisasi personel, dalam rangka pemadaman karhutla.
Pemerintah turut memprioritaskan dukungan logistik bagi petugas yang bertugas di lapangan. Menurut Sugiono, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.
Sugiono menyebut, saat ini, sekitar 71 ribu personel dikerahkan untuk menangani karhutla melalui berbagai operasi di darat dan udara. Pemerintah berharap dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat upaya pemadaman sekaligus mempercepat penanganan dampak kebakaran terhadap masyarakat.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla, kemudian membantu masyarakat yang terdampak semaksimal mungkin, dan juga merupakan wujud dari upaya keras pemerintah dalam rangka menangani kebakaran hutan dan lahan,” ujar Sugiono.