Jokowi Disebut Bakal Hapus Pendidikan Agama, Kemenag: Mustahil

Okezone ยท Rabu, 06 Maret 2019 - 10:27 WIB
Jokowi Disebut Bakal Hapus Pendidikan Agama, Kemenag: Mustahil

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin. (Foto: Kemenag)

JAKARTA, iNews.idKampanye hitam terhadap calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) kembali terjadi. Seorang ibu di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut, jika Jokowi terpilih untuk kali kedua, Kementerian Agama (Kemenag) bakal dihapus.

Begitu video itu viral, Kemenag langsung melakukan klarifikasi. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, pemerintah tak mungkin menghapus pendidikan agama dalam kurikulum sekolah maupun madrasah karena Indonesia merupakan negara yang religius.

Di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat pun, dia menambahkan, pelajaran agama juga wajib di sekolah.

"Baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools) apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools). Apalagi di Indonesia, negara bangsa yang dikenal sangat religius, mustahil pelajaran agama dianggap tidak penting, dan akan dihilangkan," kata Kamaruddin dalam keterangan tertulis, Rabu (6/3/2019).

Dia menjelaskan, dalam empat tahun terakhir, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan agama dan keagamaan. Bukti nyata itu bisa dilihat dari banyaknya program afirmatif yang dilakukan.

Kamaruddin mencontohkan, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) merupakan salah satu madrasah unggulan di Indonesia. Madrasah tersebut dikembangkan jumlahnya agar banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.

"Pesantren salafiyah dan ma'had aly (perguruan tinggi di pesantren) juga kita rekognisi dalam bentuk penyetaraan atau muadalah," ujarnya.

Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Istimewa)

Pemerintah, dia menambahkan, juga menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) Pesantren. RUU tersebut, untuk memberikan afirmasi dan rekognisi bahkan fasilitasi pada tradisi dan kekhasan keilmuan di pesantren.

"Sarana prasarana pendidikan tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maju pesat. 58 PTKIN, semuanya memiliki gedung perkuliahan baru," tuturnya.

Kamaruddin mengatakan, Kemenag telah banyak melakukan penguatan pendidikan agama dan keagamaan. Hal itu dilakukan tidak hanya secara fisik, melainkan juga pada aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM), kurikulum maupun penguatan proses belajar mengajar.

"Saya justru optimis, pendidikan agama ke depan di Indonesia akan semakin kuat dan berkualitas," katanya.


Editor : Djibril Muhammad

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua