Kabar Duka, Philippe Stern Si Bos Jam Mewah Patek Philippe Meninggal Dunia
Keputusan tersebut terbukti tepat. Di bawah kepemimpinannya, Patek Philippe memperkuat kemampuan manufaktur internal dan meningkatkan produksi jam dengan komplikasi tinggi. Salah satu pencapaian paling bersejarah adalah lahirnya Calibre 89 pada 1989.
Jam tangan yang dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-150 Patek Philippe itu memiliki 33 komplikasi dan hanya diproduksi empat unit. Calibre 89 kemudian dianggap sebagai salah satu mahakarya terbesar dalam sejarah horologi modern.
Stern juga meninggalkan warisan penting melalui pembangunan fasilitas produksi modern di Plan-les-Ouates pada 1996. Lima tahun kemudian, dia meresmikan Patek Philippe Museum di Jenewa yang menjadi rumah bagi koleksi bersejarah perusahaan dan berbagai artefak dunia horologi.
Menurut Patek Philippe, salah satu fokus utama Stern sepanjang kariernya adalah menjaga independensi finansial dan teknis perusahaan keluarga tersebut.
"Hal ini memberinya kebebasan untuk menciptakan jam tangan berdasarkan kriterianya sendiri serta menjalankan strategi jangka panjang tanpa mengorbankan kualitas maupun estetika," tulis perusahaan.