Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas
Advertisement . Scroll to see content

Kartu Prakerja Meningkatkan Kompetensi Masyarakat Indonesia

Minggu, 03 Mei 2020 - 20:49:00 WIB
Kartu Prakerja Meningkatkan Kompetensi Masyarakat Indonesia
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto: dok.pri).
Advertisement . Scroll to see content

Jika kita menyimak maksud dan tujuan dari kartu ini dari pengantar di situs tersebut, sasarannya cukup jelas bahwa semua lapisan masyarakat yang produktif dapat menikmati program ini. Jika berbicara mengenai angkatan kerja di Indonesia maka beberapa data menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja di Indonesia adalah bergerak di sektor informal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari 126, 51 juta penduduk bekerja di Indonesia, 56,02 juta orang (44,28%) bekerja di sektor formal, sementara 70,49 juta orang (55,72%) bekerja di sektor informal. Dari data tersebut terlihat para pekerja informal mendominasi pekerjaan di Indonesia dan mereka termasuk golongan yang cukup rentan dalam pendapatan ekonomi serta mudah masuk ke jurang kemiskinan baru.

Sasaran utama pemerintah akan tertuju kepada kelompok ini agar mereka mendapatkan kompetensi sesuai dengan standar industri yang membutuhkan atau menjadi wirausahawan menengah dan kecil sehingga dapat menghidupkan kembali ekonomi rakyat. Program ini dilaksanakan karena berbagai data menyatakan Indonesia memiliki potensi besar ekonomi dan kondisi global yang semakin mengarah kepada ketidakpastian.

Tantangan ekonomi dunia ke depan akan semakin besar dengan dinamikanya yang semakin tidak terkendali. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia agar tidak tertinggal dengan bangsa lain. Kendati demikian data di kawasan Asian Tenggara menunjukkan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

Menurut data Bank Dunia perekonomian Indonesia secara Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1, 042 triliun dolar Amerika Serikat atau setara Rp14.837 pada 2018 dan diperdiksi akan menjadi negara dengan pertumbahan ekonomi yang semakin meningkat. Bahkan menurut International Monetary Fund (IMF) akan dapat meningkat, yaitu PDB Indonesia pada 2024 menjadi 1,61 triliun dolar AS atau setara dengan Rp22.494 triliun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut