Kartu Prakerja Meningkatkan Kompetensi Masyarakat Indonesia
Tentu data tersebut jika tidak ada kondisi mendadak mengubah kondisi dunia yang membuat akhirnya ekonomi negara semakin tertekan. Namun dari tenaga produktif masyarakat Indonesia harus sudah siap menghadapi era ke depan menuju kemerdekaan yang ke-100 pada 2045.
Dari beberapa data tersebut maka semangat optimisme perlu dibangun dalam menjalankan program kartu prakerja. Kini yang perlu menjadi bahan refleksi bersama adalah serapan ataupun penyaluran dari penyelenggaraan pelatihan untuk mendapatkan kartu prakerja tersebut. Maka perlu setidaknya dibuat dua penyaluran yakni melalui penyaluran ke arah investasi luar negeri dan skema UMKM karena keduanya saling menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Skema Investasi, dalam skema ini para pemilik kartu prakerja dapat menjadi mitra ataupun diarahkan untuk bisa mengisi posisi dalam industri yang berkaitan dengan investasi tersebut. Untuk investasi ini dapat berupa bidang pariwisata, jasa, dan digital. Kemudian pada sektor-sektor lain yang dapat diserap oleh tenaga kerja serta mudah diakses oleh masyarakat dan tentunya skema serapan tersebut harus sesuai dengan kompetensi yang telah didapat dari pelatihan kartu pra kerja berdasarkan latar belakang pendidikan yang diperoleh.
Skema UMKM, dalam skema ini maka pemerintah perlu memberikan dukungan bagi UMKM untuk lebih berkembang. Adapun bentuk-bentuk usaha kecil dan menengah yang menjadi target sasaran dari skema ini disesuaikan dengan materi pelatihan yang telah didapat dalam proses mendapatkan kartu tersebut.
Dengan demikian penyaluran pekerjaan akan lebih mudah terserap pada skema ini. Banyak jenis usaha menengah yang dapat jadi contoh misalnya bila ada pelatihan mengenai teknik berkomunikasi yang baik maka bisa diarahkan untuk dapat menjadi pemandu wisata, membuat newsletter atau media online sendiri dengan tentunya mengikuti berbagai tahapan pelatihan yang tersedia.