Kasus Bigmo Berlanjut, Polisi Periksa Ortu dan 4 Anak yang Diajak Promosikan Vape
JAKARTA, iNews.id – Polda Metro Jaya telah meminta keterangan orang tua dan empat anak yang diduga dilibatkan Youtuber Muhammad Jannah alias Bigmo dalam promosi liquid vape melalui siaran langsung atau live streaming di YouTube. Polisi telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat Bigmo melakukan live streaming pada Senin (3/8/2026).
"Pada hari yang sama, penyelidik juga meminta keterangan dari orang tua dan empat anak yang muncul dalam video dengan pendampingan orang tua masing-masing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Selain memeriksa para saksi, penyelidik juga telah meminta keterangan dari pelapor yang menyampaikan aduan terkait kasus tersebut.
"Penyelidik telah meminta keterangan dari pihak yang menyampaikan pengaduan serta mendalami bahan dan dokumen digital yang telah diperoleh," ujarnya.
Budi menegaskan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini bermula saat Bigmo melakukan live streaming di kanal YouTube miliknya. Dalam potongan video yang viral di media sosial, Bigmo terlihat mendatangi penjual liquid rokok elektrik, kemudian mengajak sejumlah anak yang berada di lokasi untuk masuk ke dalam kamera dan mempromosikan salah satu merek liquid vape.
Aksi tersebut menuai kritik luas hingga dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Bigmo juga kehilangan kerja sama dengan pihak yang sebelumnya menjalin kontrak dengannya.
Menanggapi polemik tersebut, Bigmo telah menyampaikan permintaan maaf melalui kanal YouTube Niceguymo pada Sabtu (1/8/2026).
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas tindakan dan perkataan yang telah menyebabkan kegaduhan beberapa hari terakhir. Saya mengaku, apa yang saya lakukan adalah kesalahan dan tidak dapat dibenarkan," ujarnya.
Bigmo mengakui sebagai kreator konten dirinya seharusnya tidak membuat materi yang bertentangan dengan ketentuan, mengingat produk yang mengandung nikotin hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa.
Dia juga menegaskan tindakan tersebut merupakan keputusan pribadinya.
"Tidak ada arahan, instruksi, ataupun brief dari pihak manapun untuk saya menyampaikan atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku," katanya.
Bigmo menyatakan menerima seluruh kritik dan masukan dari masyarakat sebagai pembelajaran agar lebih bertanggung jawab dalam membuat konten di masa mendatang.
"Karena itu, saya menerima semua kritik dan masukan sebagai pengingat agar saya menjadi pribadi lebih bertanggung jawab ke depannya. Kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi saya," tuturnya.
Editor: Rizky Agustian