Kasus Nurhadi, KPK Periksa Petugas Money Changer

Riezky Maulana ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 23:00 WIB
Kasus Nurhadi, KPK Periksa Petugas Money Changer

Nurhadi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan pemeriksaan terhadap dua orang saksi terkait kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) Tahun 2011-2016. Kedua saksi tersebut atas nama Deni Setiyanto, seorang pegawai perusahaan jasa penukaran uang asing, Bali Inter Money Changer dan Agnes Jennifer yang berprofesi sebagai karyawan swasta.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mengkonfirmasi terhadap yang bersangkutan ihwal aliran uang yang diterima keduanya dari eks Sekretaris MA, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

"Penyidik mengkonfirmasi kepada kedua saksi tersebut terkait dugaan adanya aliran uang dari tersangka NHD dan tersangka RHE," ucap Ali kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/6/2020). 

Kedua saksi, kata Ali diperiksa untuk tersangka Nurhadi. Selain mereka berdua, seharusnya ada satu saksi lain yang diperiksa oleh lembaga antirasuah pada hari ini.

Saksi tersebut bernama Adiwono Bimantoro yang berprofesi sebagai karyawan swasta. Namun, kata Ali, yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan dari KPK.

"Saksi tidak hadir, Adiwono Dewantoro, karyawan swasta untuk tersangka Nurhadi. KPK belum memperoleh informasi," katanya.

Nurhadi dan Rezky berhasil ditangkap KPK di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) setelah keduanya masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 11 Februari 2020.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono, serta Hiendra Soenjoto. Hiendra yang merupakan direktur PT Multicon Indrajaya Terminal hingga kini keberadaannya belum diketahui alias buron.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Sementara, Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq