Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komisi III DPR Panggil Kapolri Pekan Depan, Bahas Kasus Penyadapan Prabowo
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Penyadapan Prabowo hingga Ketum Parpol, PKB Minta DPR Bentuk Pansus

Minggu, 08 November 2026 - 15:53:00 WIB
Kasus Penyadapan Prabowo hingga Ketum Parpol, PKB Minta DPR Bentuk Pansus
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Abdullah mendesak pembentukan Pansus Penyadapan untuk mengusut dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara. (Dok. DPR)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdullah mendesak DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penyadapan. Desakan ini muncul setelah terungkap dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, ketua umum partai politik hingga tokoh masyarakat dan media.

Abdullah menilai pembentukan pansus penting untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, pengusutan tidak boleh hanya berhenti pada penetapan tersangka, tetapi juga harus mengungkap pihak yang terlibat, mekanisme penyadapan, hingga pihak yang memberikan perintah.

"Kami meminta agar segera dibentuk pansus penyadapan. Persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai kasus pidana biasa karena menyangkut perlindungan privasi, keamanan negara, dan integritas lembaga negara. Harus diungkap secara terang benderang, mulai dari aktor yang terlibat, jaringan yang bekerja, hingga kemungkinan adanya penyalahgunaan kewenangan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," kata Abdullah dikutip, Minggu (8/11/2026).

Dia mengatakan, pansus juga diperlukan untuk memastikan adanya pengawasan politik dan kelembagaan terhadap penanganan kasus tersebut. Terlebih, dugaan penyadapan disebut menyasar sejumlah pejabat tinggi negara dan berbagai kalangan masyarakat.

Abdullah menilai persoalan ini berpotensi mengancam keamanan komunikasi, perlindungan data pribadi, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut