Kemenag Imbau PPIU Sementara Tak Terima Pendaftaran Umrah

Riezky Maulana ยท Minggu, 01 Maret 2020 - 18:09 WIB
Kemenag Imbau PPIU Sementara Tak Terima Pendaftaran Umrah

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk sementara tidak menerima pendaftaran umrah. Penundaan pendaftaran dilakukan sembari menunggu kepastian dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar mengatakan, permintaan itu untuk menghindari potensi kerugian yang dialami jemaah dan PPIU akibat ketidakpastian keberangkatan ke Arab Saudi. "Kami mengimbau kepada PPIU agar pendaftaran bagi jemaah umrah sementara dihentikan terlebih dahulu sampai adanya kepastian keberangkatan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/3/2020).

Menurut Nizar, penundaan pendaftaran juga untuk meminimalisasi dampak kerugian lebih besar. "Jangan sampai jemaah menyetorkan dananya untuk berangkat umrah, apalagi untuk paket pemberangkatan dalam waktu dekat, namun keberangkatannya tidak pasti," tuturnya.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim juga menyampaikan hal yang sama. Dia menilai, jika pendaftaran tetap dibuka, jemaah tentu tidak bisa langsung berangkat. Alasannya, PPIU akan mendahulukan jemaah yang saat ini sudah terdaftar, namun tertunda keberangkatannya.

Data Kementerian Agama menyebutkan, jemaah yang gagal berangkat pada 27 Februari 2020 saat pemberlakuan larangan berangkat mencapai 2.393 orang. Mereka yang berasal dari 75 PPIU itu rencana awalnya akan diterbangkan delapan maskapai. Jumlah ini akan terus bertambah seiring tertundanya keberangkatan jemaah selama masa penangguhan sementara ini.

Arfi juga memastikan informasi yang beredar mengenai Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan mencabut kebijakan penghentian sementara pada 14 Maret 2020 tidak benar.

"Kami sampai saat ini belum menerima keterangan resmi dari Arab Saudi sampai kapan pemberlakuan larangan berkunjung untuk umrah dan ziarah oleh Arab Saudi akan dicabut," ujarnya.

Dia meminta semuanya bersabar dan menahan diri demi keselamatan dan kemaslahatan jemaah umrah.

Kasubdit Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M. Noer Alya Fitra, mengatakan jemaah umrah yang telah mendaftar dan mendapatkan Nomor Porsi Umrah (NPU) per 28 Februari hingga keberangkatan Juni 2020 yang terdokumentasi dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) Kemenag mencapai 46.620 orang.

Calon jemaah umrah tersebut terdaftar dalam 598 PPIU yang direncanakan akan berangkat menggunakan 20 maskapai penerbangan dari dalam maupun luar negeri.

Rinciannya, jemaah direncanakan berangkat menggunakan Saudia Airlines sebanyak 16.177 orang (34,7 persen), Lion Air 10.209 orang (21,9 persen) dan Garuda Indonesia 6.819 orang (14,63 persen). Sisanya menggunakan penerbangan lain seperti Oman Air, Ettihad, Emirates, Flynas, Citylink, Turkis Airline, Air Asia, Scoot.

Fitra mengatakan, Kemenag tidak menutup aplikasi SISKOPATUH dalam rangka memberikan kesempatan kepada PPIU untuk melakukan proses update data dan input reschedule keberangkatan.

"Kami menyarankan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Umrah (BPS-BPIU) juga membantu untuk sementara bersama PPIU tidak melakukan penerimaan biaya umrah," katanya.

Editor : Djibril Muhammad