Kemenag Matangkan Skema Kesejahteraan Guru Agama Non-ASN di Luar PPG
JAKARTA, iNews.id – Kabar baik bagi guru agama non-aparatur sipil negara (non-ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Saat ini, pemerintah tengah menggodok skema terkait pembenahan sistem kesejahteraan guru non-ASN.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Amien Suyitno dalam kegiatan media gathering persiapan HGN 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Amien mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kementerian untuk memikirkan skema kesejahteraan guru secara komprehensif.
"Pak Presiden (Prabowo Subianto) minta sedang memikirkan bagaimana skema guru bukan hanya yang ASN, tetapi juga yang non-ASN," kata Amien Suyitno.
Menurut Amien, pemerintah menyadari bahwa peningkatan kesejahteraan guru tidak boleh hanya bergantung pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Karena itu, skema baru di luar PPG sedang dimatangkan di tingkat internal lintas kementerian.
"Pemerintah sedang menggodok dengan serius bagaimana kesejahteraan guru terus dilakukan bukan cuma PPG. Kesungguhan pemerintah bukan hanya ingin memberikan atensi bagi guru ASN seperti PPPK dan PNS, tetapi tidak terkecuali guru-guru non-ASN," katanya.
Kebijakan anyar tersebut rencananya bakal diumumkan secara resmi oleh pemerintah dalam waktu dekat sebagai bentuk apresiasi konkret atas jasa para pendidik bangsa yang terus mengabdi di tengah berbagai keterbatasan.
Menyambut Hari Guru Nasional 2026, Kemenag menyiapkan penganugerahan penghargaan kepada para guru berprestasi berdasarkan kategori inovasi, dedikasi, serta pengabdian luar biasa.
Apresiasi khusus disematkan kepada para guru yang gigih menjalankan tugas mulia di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta wilayah yang tengah diuji oleh bencana alam.
Peringatan HGN 2026 kali ini merangkul sekitar 800.000 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), lebih dari 300.000 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta ratusan ribu guru agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha baik dari institusi negeri maupun swasta.
“Hari Guru Nasional tahun 2026 yang disenggarakan oleh Kementerian Agama yang tentu saja di dalamnya mengikutsertakan semua guru yang ada di bawah binaan Kemenag,” ujar Amien.
Mengusung tema utama "Guru Menginspirasi Anak Negeri Berprestasi", Kemenag telah merancang beragam rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang November 2026.
Salah satu agenda meriah yang dinantikan adalah kegiatan "Sehat dan Ceria Bersama Guru" yang akan dihelat pada 21 November 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas pendidik melalui ajang seni, budaya, serta kompetisi olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, dan catur.
Rangkaian acara berlanjut dengan upacara resmi peringatan HGN pada 25 November 2026 yang diselenggarakan serentak di seluruh satuan kerja Kemenag.
Dua hari berselang, tepatnya pada 27 November 2026, Kemenag bakal menggelar Sarasehan Guru Nasional bertajuk "Transformasi Pendidikan STEM dan Coding AI untuk Indonesia Emas". Acara yang digelar secara hibrida ini menargetkan partisipasi hingga satu juta guru.
Kemenag turut menggandeng sejumlah mitra strategis, termasuk perguruan tinggi di Australia, Google Indonesia, pakar STEM, hingga praktisi kecerdasan buatan (artificial intelligence) guna memperkuat literasi digital tenaga pendidik menghadapi tantangan zaman.
Melalui ragam kegiatan tersebut, Kemenag berharap HGN 2026 tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan wadah memperkuat solidaritas kebangsaan serta mendongkrak kapasitas profesionalisme guru demi kemajuan kualitas pendidikan nasional.
Editor: Kastolani Marzuki