Kemendikbudristek Kecam Bullying Siswa SMA Binus Serpong yang Seret Anak Vincent Rompies
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengecam kekerasan atau bullying terhadap siswa Binus School Serpong atau SMA Binus Serpong. Kasus bullying itu menyeret anak presenter kondang Vincent Rompies.
"Kemendikbudristek secara tegas mengecam kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan terus berkomitmen untuk memberantas praktik-praktik kekerasan di lingkungan pendidikan," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek Anang Ristanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2024).
Anang mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
"Dimaksudkan untuk menciptakan kondisi proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan, serta menghindarkan semua warga sekolah dari unsur-unsur atau tindakan kekerasan," ujar Anang.
Anaknya Diduga Terlibat Perundungan, Warganet Ancam Boikot Acara Vincent Rompies
Sebelumnya, Public Relations (PR) Binus School Serpong Haris Suhendra membenarkan anak Vincent Rompies ikut terlibat dalam kasus bullying tersebut.
"Iya (anak Vincent Rompies terlibat)" kata Haris saat dihubungi awak media, Senin (19/2/2024).
Kronologi Perundungan di SMA Binus Seret Anak Vincent Rompies, Ibu Korban: Anak Saya Tak Melawan karena Adiknya Diancam
Dia mengatakan orang tua pelaku akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat. "Proses pemanggilan," ungkap Haris Suhendra.
Haris memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam aksi perundungan itu bakal dikenakan sanksi sesuai aturan.
SMA Binus Serpong Buka Suara soal Kasus Perundungan yang Diduga Melibatkan Anak Vincent Rompies
"Sejauh ini dalam penanganan sekolah dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti, sejauh ini kita sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses. (Sanksi) mengikuti aturan sekolah yang sudah ada," ujarnya.
Editor: Rizky Agustian