Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang, Bisa Berdampak ke Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 10:49:00 WIB
Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat
Ilustrasi penyakit ginjal kronis. (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam FGD tersebut, tingginya pasien yang memulai hemodialisis secara darurat disebut berkaitan dengan berbagai faktor. Di antaranya pemahaman pasien, kepatuhan, keterlambatan rujukan, edukasi yang belum optimal, hingga persoalan dalam sistem pelayanan.

Dokter Pringgo Digdo Nugroho, Sp.PD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), mengatakan edukasi kepada pasien penyakit ginjal kronis tidak cukup diberikan satu kali.

"Ada pasien yang berharap dialisis bisa dihindari sampai saat terakhir. Ada juga yang belum mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai perjalanan penyakitnya. Karena itu edukasi tidak boleh dilakukan sekali, tetapi harus menjadi proses," jelas dr. Pringgo.

Selain revisi pedoman, Kemenkes juga mengembangkan program mentoring Uro-Nephrology untuk memperluas layanan ke berbagai daerah.

Namun, perluasan layanan tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan, audit klinis, kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan peralatan, serta pendampingan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan penyakit ginjal kronis sejak lebih dini sehingga pasien memiliki waktu yang cukup untuk memahami kondisi dan menentukan pilihan terapi bersama tenaga kesehatan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut