Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sosiolog Soroti Pertemuan Jokowi-Budi Arie: Tidak Ada Pertemuan yang Tak Bermakna Politik
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Politik Itu Kejam? Antara Demokrasi, Etika dan Perebutan Kekuasaan

Rabu, 16 April 2025 - 01:16:00 WIB
Kenapa Politik Itu Kejam? Antara Demokrasi, Etika dan Perebutan Kekuasaan
Kenapa politik itu kejam (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

7. Politik sebagai Cermin Realitas Sosial

Politik tidak berdiri sendiri, melainkan cerminan dari kondisi sosial dan budaya masyarakat. Ketika masyarakatnya sendiri penuh dengan ketidakadilan, diskriminasi, dan konflik, maka politik pun akan mencerminkan hal tersebut. Oleh karena itu, kejamnya politik juga merupakan gambaran dari kompleksitas dan ketegangan dalam masyarakat itu sendiri.

Kesimpulan: Kenapa Politik Itu Kejam?

Dari berbagai sudut pandang di atas, dapat disimpulkan bahwa politik itu kejam karena:

  • Pertarungan kekuasaan yang intens dan tanpa kompromi, di mana etika dan moral sering dikorbankan demi tujuan.
  • Manipulasi dan pengkhianatan menjadi alat untuk mempertahankan posisi dan pengaruh.
  • Kebohongan dan tipu daya adalah bagian dari strategi politik, sebagaimana dijelaskan oleh Hannah Arendt.
  • Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme memperburuk ketidakadilan dan penderitaan masyarakat.
  • Kampanye negatif dan hitam menambah ketegangan dan konflik dalam proses politik.
  • Politik mencerminkan realitas sosial yang kompleks dan penuh ketegangan.

Namun, politik juga memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif jika dijalankan dengan integritas, keadilan, dan moralitas yang kuat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan para pelaku politik untuk terus mengedepankan nilai-nilai etika dan keadilan agar politik tidak menjadi dunia yang kejam dan merugikan banyak pihak.

Kenapa politik itu kejam? Jawabannya terletak pada kompleksitas dan sifat dasar perebutan kekuasaan yang melibatkan berbagai kepentingan, strategi, dan dinamika manusia yang tidak selalu sejalan dengan nilai moral dan keadilan. Semoga bermanfaat!

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut