Ketegangan Global Kian Kompleks, Katib Aam PBNU: Islam Rahmatan Lil Alamin Bisa Jadi Solusi
Melalui organisasi kemasyarakatan Islam Nahdlatul Ulama (NU), Gus Yahya juga mengaku tak henti mengampanyekan nilai-nilai hak asasi manusia yang sangat universal itu baik di level masyarakat bawah hingga dunia internasional. Model perdamaian Islam rahmatan lil alamin yang diusung NU, kata Gus Yahya terbukti sangat relevan untuk membangun konsensus sosial di berbagai wilayah.
“Saya selalu berupaya mengajak atau memperkuat gerakan perdamaian di tingkat akar rumput hingga membentuk konsensus sosial. Saya yakin itu bisa karena semua orang mau hidup dalam perdamaian,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini.
Gus Yahya mengungkapkan, NU memiliki komitmen besar untuk membangun perdamaian lewat gerakan Islam washatiyah (moderat) dalam kerangka menuju peradaban dunia yang lebih baik dan bermartabat. Upaya besar NU antara lain dikuatkan melalui teologi ukhuwah basyariah yang pernah dicetuskan oleh KH Achmad Siddiq pada 1984.
Ikhtiar ini terus diperkokoh antara lain lewat Deklarasi Nahdlatul Ulama pada event International Summit of Moderate Islamic Leader (ISOMIL) pada 2016.
Setahun berikutnya, NU juga mengajak dunia mengakhiri segala konflik lewat Deklarasi Islam untuk Kemanusiaan dilanjutkan Manifesto Nusantara pada 2018. Pada 2019, NU juga menggelar Bahtsul Masail Musyawarah Nasional Alim Ulama di Kota Banjar.
Editor: Rizal Bomantama