Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ariana Grande Terkena Covid-19 hingga Sejumlah Acara Dibatalkan, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Ketua DPD: Pengelolaan Limbah Covid-19 Harus Maksimal

Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:25:00 WIB
Ketua DPD: Pengelolaan Limbah Covid-19 Harus Maksimal
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. DPD).
Advertisement . Scroll to see content

MADIUN, iNews.id - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menyoroti penanganan limbah medis Covid-19 yang belum maksimal. Limbah medis atau infeksius yang termasuk B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dinilai menjadi sumber penularan baru Covid-19 jika tidak dikelola dengan baik.

Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, berdasarkan catatan pemerintah, terdapat 18.460 ton limbah medis per 27 Juli 2021. Limbah tersebut berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari rumah sakit, puskesmas, rumah sakit darurat Covid-19, wisma isolasi, tempat karantina mandiri hingga uji deteksi maupun vaksinasi. 

“Penanganan limbah medis Covid-19 tidak boleh dianggap sepele. Harus dikerjakan cepat, aman dan efisien sebagai bagian penting dari upaya mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan penyakit lainnya,” ujar La Nyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Minggu (1/8/2021).  

Dia menuturkan, limbah itu antara lain berupa pakaian medis, sarung tangan, face shield, Hazmat, Alat Pelindung Diri, infus bekas, masker,  botol vaksin, jarum suntik, alat PCR,  antigen dan alkohol pembersih swab.

“Saya dengar pemerintah menyiapkan dana Rp1,3 triliun untuk pengelolaan limbah B3 medis tersebut. Dengan dana sebesar itu penanganannya harus lebih sistematis dan tepat,” tuturnya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut