Kisah Ayah dan Anak Pernah Jabat Danpaspampres, Pertama dalam Sejarah Indonesia

Irfan Ma'ruf · Senin, 21 November 2022 - 06:15:00 WIB
Kisah Ayah dan Anak Pernah Jabat Danpaspampres, Pertama dalam Sejarah Indonesia
Kolonel CPM Norman Sasono menjadi Danpaspamres ke-2 (1965-1972) diikuti putranya, Mayjen TNI Marciano Norman menjadi Danpaspamres ke-17. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kisah anak mengikuti karier ayahnya sebagai prajurit TNI mungkin sudah biasa. Namun tidak biasa bila ayah dan anak pernah menduduki jabatan yang sama, apalagi posisi penting seperti Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Danpaspampres.

Kolonel CPM Norman Sasono pernah menjabat Danpaspamres ke-2 yang menjabat selama 1965-1972. Catatan itu diikuti putranya, Mayjen TNI Marciano Norman.

Marciano Norman menjadi Danpaspamres ke-17 yang memegang tongkat komando pada kurun 2008-2010. Ayah dan anak ini purnatugas dari TNI sama-sama dengan pangkat bintang 3 alias letnan jenderal (letjen).

Sang ayah, Norman Sasono berasal dari kecabangan Corps Polisi Militer (CPM). Lulus dari Akademi Militer di Malang pada tahun 1945, dia banyak berkiprah di korps tersebut.

Setelah pecah Tragedi G30/S PKI, pemerintah melikuidasi Resimen Tjakrabirawa (pasukan gabungan tiga matra yang bertugas mengawal keamanan presiden). Pemerintah kemudian membentuk Satgas Pomad untuk melaksanakan tugas-tugas pengamanan kepala negara.

Di saat ini lah Norman Sasono dipercaya memegang tongkat komando. Usai menjabat Dansatgas Puspomad, Norman lantas dipromosikan sebagai Kasdam V/Jayakarta (1974-1975), Pangdam XII/Tanjungpura (1976-1977), dan akhirnya Pangdam V/Jayakarta (1977–1982). Menilik masa tugasnya sebagai Pangdam Jaya, Norman terbilang awet alias menempat jabatan itu cukup lama.

"Posisi Pangdam Jakarta sangat strategis, karena itu ada peraturan tidak tertulis bahwa pergantian dan pengajuan calon Pangdam V (Jakarta) harus mendapat persetujuan Presiden Soeharto. Baik Mayjen Norman Sasono maupun Brigjen Eddie M Nalapraya (Kastaf Kodam Jaya) adalah orang kepercayaan di awal kepresidenan Soeharto,” ujar mantan Panglima TNI (Alm) Jenderal TNI M Jusuf dalam buku "Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit" karya Atmadji Sumarkidjo.

Norman meninggal dunia di RS Cikini Jakarta pada 20 November 1997. Pemakamannya di TMP Kalibata dipimpin KSAD saat itu, Jenderal TNI Wiranto.

Karier mentereng Norman diikuti sang putra, Marciano Norman. Berbeda dengan sang ayah, lulusan Akademi Militer tahun 1978 ini berkarier di kecabangan kavaleri. Berbagai jabatan pernah diembannya, mulai Danton Yonkav-7 Serbu/Dam V/Jaya, Danyonkav-7 Kodam Jaya, Dandim 1633/Ainaro hingga Asops Kasdam Jaya.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda