Komisi III DPR Minta Kejagung Dalami Peran OJK dalam Kasus Jiwasraya

Felldy Utama ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 05:11 WIB
Komisi III DPR Minta Kejagung Dalami Peran OJK dalam Kasus Jiwasraya

Rapat kerja (raker) Komisi III DPR dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Senin (20/1/2020). (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Komisi III DPR meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Permintaan itu disampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahessa mempertanyakan pemeriksaan OJK oleh Kejagung. Politikus Partai Gerindra itu mengingatkan agar Kejagung jangan ragu-ragu memeriksa semua pihak terkait kasus Jiwasraya, termasuk OJK.

"Nah yang jadi soal, kapan Jaksa Agung memanggil OJK? Jangan sampai Komisi III yang panggil duluan dari Kejagung. Lebih baik Jaksa Agung panggil, ada dialog diantara kita, apa yang terjadi sebenarnya. Jangan ada abu-abu dari semua ini, kita pantau ini dengan baik," ujar Desmond saat rapat kerja dengan Jaksa Agung di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Anggota Komisi III DPR, Supriansyah juga mengkritisi peran OJK dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Menurutnya, peran dan fungsi OJK dalam kasus Jiwasraya patut dipertanyakan.

BACA JUGA:

Kejagung Periksa Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Jiwasraya Agustin Widhiastuti

Kejagung Periksa 7 Saksi Kasus Megakorupsi Jiwasraya, Salah Satunya dari OJK

"Bagaimana pengawasan OJK, bukankah OJK ini diatur dalam dalam Nomor 55 Tahun 2017 tentang laporan berkala perusahaan perasuransian harus ada laporan triwulan persemester dan tahunan. Saya tidak mau berspekulasi ada kegagalan OJK dalam melihat laporan keuangan PT asuransi," kata Supriansyah di lokasi yang sama.

Jaksa Agung ST Burhanuddin kemudian menuturkan, telah memanggil OJK. Dalam pemeriksaan tersebut, Kejagung mendalami seputar pengawasan OJK terhadap PT Jiwasraya.

"Kami sedang menelusuri itu. Mungkin OJK yang sebelumnya dan sebelumnya dan oknum-oknum tertentu ini terus kami telusuri. Saya yakin, ini (dugaan korupsi Jiwasraya) tidak akan muncul kalau pengawasan OJK yang secara benar," ucap Burhanuddin.


Editor : Kurnia Illahi