Kondisi Memprihatinkan Gubuk Qur'an, Santri Terpaksa Belajar Berdesakan
KEDIRI, iNews.id – Dua Gubuk Qur’an berukuran 6x2 meter dan 3x3 meter persegi berdiri di pekarangan belakang rumah Ustaz Heri di Desa Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Gubuk terbuat dari bambu itu setiap hari digunakan sebagai tempat mengaji sekitar 40 santri.
Kehadiran Gubuk Qur’an tersebut merupakan wujud keinginan warga sekitar untuk memiliki tempat mengaji Alquran bagi anak-anak mereka. Namun, kondisi gubuk setiap harinya semakin memprihatinkan.
Beberapa kali bambu yang menjadi fondasi terlepas dan lapuk. Guna memperbaiki gubuk, Ustaz Heri merogoh kantong pribadi.
"Tidak dipungut biaya untuk para santri. Kami hanya berharap semoga banyak anak yang ingin belajar Alquran di sini, terutama anak-anak putus sekolah akibat ekonomi keluarga," ujar Ustaz Heri.
Sempitnya gubuk mengakibatkan anak-anak harus mengaji bergantian dan berdesakan. Saat hujan deras disertai angin, pengajian terpaksa dihentikan karena air masuk.