KPI Usul BPS Gandeng Media Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, Cegah Hoaks
Tulus mengusulkan pemerintah, dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS), untuk melibatkan lembaga penyiaran untuk menyukseskan program sensus tersebut.
“Jumlah lembaga penyiaran di Indonesia ada ribuan. Selain itu, jangkauannya bisa sampai daerah-daerah dan media ini masih menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat,” tutur dia.
Menurut dia, beberapa model sosialisasi yang efektif melalui lembaga penyiaran bisa dalam bentuk iklan layanan masyarakat (ILM), program talkshow, bahkan disisipkan dalam program hiburan.
“Jika pesan-pesan sensus ini dilakukan secara gencar melalui improvisasi dan kreativitas media penyiaran tentunya akan mudah diterima masyarakat. Masyarakat jadi memahami dan akan menerima petugas sensus di rumahnya,” ujar Tulus.
Tulus menekankan data yang berkualitas hanya dapat lahir dari informasi yang berkualitas. Karena itu, dia menilai media penyiaran memegang peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026.
“Partisipasi masyarakat dimulai dari pemahaman. Dan pemahaman dibangun melalui informasi yang benar, berimbang, dan mudah dipahami. Sehingga kolaborasi antara media dan penyelenggara sensus menjadi sangat penting” tutupnya.
Editor: Rizky Agustian