KPK Lelang 3 Mobil Milik 2 Terpidana Korupsi

Rizki Maulana ยท Senin, 17 Februari 2020 - 14:11 WIB
KPK Lelang 3 Mobil Milik 2 Terpidana Korupsi

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto: Rizki Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang barang sitaan negara berupa tiga unit mobil milik dua tersangka kasus korupsi. Tiga unit mobil yang dilelang itu diserahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tangerang.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan tiga unit mobil yang dilelang itu disita dari eks Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggiat P Nahot Simaremare dan eks pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Pelelangan barang sitaan negara tersebut dilakukan lewat internet tanpa kehadiran peserta dan melalui perantara KPKNL Tangerang.

"Lelang barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet (closed bidding)," kata Ali Fikri di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Dia menuturkan nilai barang yang dilelang hampir mencapai Rp1 miliar dan telah memperoleh persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui mekanisme penetapan status penggunaan (PSP). Barang-barang yang dilelang yaitu satu unit mobil merek Mitshubishi Pajero Sport berwarna silver metalik tahun 2016, satu unit mobil merek Honda HRV berwarna silver metalik Tahun 2017, dan unit mobil merek Jeep dengan tile Wrangler.

"Pajero sport bernilai Rp210 juta, Honda HRV Rp184 juta, dan Jeep senilai Rp595 juta," ucapnya.

Calon peserta lelang dapat melihat terlebih dahulu objek lelang di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Jakarta Barat dan Tangerang di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna Nomor 41 Kota Tangerang. Ali Fikri menjelaskan pelelangan dibatasi sampai besok Rabu (19/2/2020) pukul 09.00 WIB. Para peserta dapat mengunjungi alamat website https://www.lelang.go.id untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Anggiat divonis enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider dua bulan kurungan dalam perkara suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PUPR. Dia dinyatakan terbukti menerima Rp4,98 miliar dan 5 ribu dolar Amerika Serikat dari lima pengusaha berbeda.

Sementara itu, Yaya Purnomo telah divonis tanggal 4 Februari 2019 dengan kurungan 6 tahun 6 bulan penjara dan diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider kurungan 1 tahun 15 hari. Yaya bersama pegawai Kemenkeu lainnya bernama Rifa Surya, terbukti menerima gratifikasi senilai Rp6,5 miliar, Rp55 ribu dolar Amerika, dan Rp325 ribu dolar Singapura dalam perkara suap serta gratifikasi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Intensif Daerah (DAD) di sembilan kabupaten di Indonesia.


Editor : Rizal Bomantama