KPK Lelang Range Rover, Mini Cooper dan Hummer Milik Eks Wali Kota Madiun

Riezky Maulana ยท Sabtu, 28 Maret 2020 - 13:49 WIB
KPK Lelang Range Rover, Mini Cooper dan Hummer Milik Eks Wali Kota Madiun

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang barang harta rampasan negara. Kali ini tiga unit mobil mewah milik mantan Wali Kota Madiun Bambang Irianto.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, lelang dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya. Menurut dia, tiga unit mobil yang akan dilelang itu saat ini ada di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo.

"Untuk memaksimalkan pemasukan kas negara melalui pemulihan aset hasil Tipikor. Lelang barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan metode penawaran lelang melalui internet (open bidding)," kata Ali Fikri di Jakarta, Sabtu (28/2/2020).

Ali menuturkan, nilai barang dari ketiga unit mobil tersebut mencapai hampir Rp2,8 miliar. Adapun ketiga unit mobil tersebut sebagai berikut.

1. Satu unit mobil Range Rover 5.0L V8 AT, Tahun 2011, 5.000 cc, warna hitam, nomor polisi B 111 RUE. Beserta STNK asli, Surat Ketetapan Pajak, BPKB asli dan satu kunci remote control.

Harga Limit Rp758.264.000,00 dengan uang jaminan Rp154.000.000,00.

2. Satu unit mobil Mini Cooper 1.6 AT, Tahun 2010, 1598 cc, warna putih, nomor polisi B 1279 GGY. Berserta STNK asli, Surat Ketetapan Pajak, BPKB asli dan satu kunci dan satu bundel dokumen terdiri dari Faktur Kendaraan Bermotor PT Tareo Utama Karya beserta Surat Keterangan Tentang Pemasukan Kendaraan Bermotor dan Vehicle Identification Number.

Harga Limit Rp273.231.000,00 dengan uang jaminan Rp60.000.000,00.

3. Satu unit mobil Hummer tipe H2, Tahun 2010, 6162 cc, nomor polisi B 11 RRU, warna putih. Beserta STNK asli, Surat Ketetapan Pajak, BPKB asli dan satu kunci.

Harga Limit Rp1.765.960.000,00 dengan uang jaminan Rp360.000.000,00.

Ali mengatakan, barang-barang yang dilelang tersebut berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 53/Pid.Sus/TPK/2017/PN.Sby tanggal 22 Agustus 2017 atas nama Bambang Irianto dan telah berkekuatan hukum tetap.

"Lekan akan dilaksanakan hari Kamis, 2 April 2020 dengan waktu penawaran pukul 14.00-16.00 waktu server. Sementara waktu penetapannya adalah pukul 16.00 waktu server," ujarnya.

Sebelumnya, Bambang Irianto telah divonis penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa selama sembilan tahun kurungan penjara.

Majesli hakim Tipikor menilai Bambang terbukti bersalah dengan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 huruf B tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bambang juga dijerat dengan Pasal 3 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bambang Irianto terjerat kasus korupsi pembangunan pasar besar Madiun Tahun 2009-2012. Selain korupsi, dia juga diduga menerima gratifikasi terkait perkara yang sama senilai Rp50 miliar.

Uang itu diterima Bambang dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Madiun dan pengusaha. Tak hanya berkaitan dengan proyek Pasar Besar Madiun, uang yang diterima Bambang ini juga berkaitan dengan honor pegawai dan perizinan.

Editor : Djibril Muhammad