KPK Panggil Rachmat Yasin sebagai Tersangka Pungli dan Gratifikasi

Okezone, Ilma De Sabrini, Aditya Pratama ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 11:24:00 WIB
KPK Panggil Rachmat Yasin sebagai Tersangka Pungli dan Gratifikasi
Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini memanggil mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY). Pria yang pernah menjadi petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat itu dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi.

“RY diagendakan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Selain memeriksa tersangka, penyidik KPK juga memanggil sejumlah saksi terkait perkara Yasin. Ada empat saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa hari ini. Keempat saksi itu adalah mantan Kepala Badan Perizinan Terpadu Bogor, Udin Syamsudin; Kepala Seksi Penagihan PBB Dispenda Kabupaten Bogor, Rahmat Mulyana; Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor, Sri Hartati, dan; Kepala Bappea Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan RY,” kata Febri.

KPK pada 25 Juni lalu menetapkan Yasin sebagai tersangka. Padahal, politikus PPP itu baru saja cuti menjelang bebas (CMB) pada Rabu, 8 Mei 2019.

Febri mengatakan, dalam perkara kali ini, KPK menetapkan Yasin sebagai tersangka dua kasus sekaligus yakni terkait dengan pungutan liar dan gratifikasi. KPK menduga Yasin melakukan pungutan liar dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bogor dengan nilai miliaran rupiah. Uang itu, diduga untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan dana kampanye Pilkada dan Pemilu Legislatif pada 2013-2014.

“RY diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari sejumlah SKPD sebesar Rp8.931.326.223,” ujar Febri.

Tidak hanya itu, KPK juga menduga Rachmat menerima gratifikasi berupa tanah dan satu unit mobil Toyota Vellfire. Tanah dan mobil mewah tersebut tidak dilaporkan Rachmat selama 30 hari kerja ke komisi antirasuah.

“RY diduga menerima gratifikasi yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan Mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta,” kata Febri.

Atas perbuatannya, Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil