KPK Tangkap Nurhadi dan Menantu di Kamar Masing-Masing

Riezky Maulana ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 16:05 WIB
KPK Tangkap Nurhadi dan Menantu di Kamar Masing-Masing

Tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyanto. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologi penangkapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyanto. Ke-2 tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara MA itu ditangkap KPK di dalam kamarnya masing-masing pada Senin, 1 Juni 2020 malam.

Wakil ketua KPK Nurul Ghufron menceritakan, pencarian 2 buronan tersebut dilakukan dengan menggeledah 13 rumah yang diklaim milik Nurhadi baik di Jakarta dan Jawa Timur. Pada Senin, 1 Juni 2020 sekitar pukul 18.00, dia mengungkapkan, Tim Penyidik KPK mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan 2 tersangka.

Berdasarkan informasi tersebut, Ghufron mengaku, Tim bergerak ke Jalan Simprug Golf 17 No. 1 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian Nurhadi dan menantunya.

"Dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeladahan pada sekitar pukul 21.30 WIB Penyidik KPK mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan," ujarnya dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Awalnya, menurut Ghufron, tim penyidik KPK bersikap persuasif dengan mengetuk pagar rumah namun tidak dihiraukan. Kemudian Penyidik KPK dengan didampingi ketua RW setempat dan pengurus RT setempat melakukan upaya paksa dengan membongkar kunci pintu gerbang dan pintu rumah tersebut.

"Setelah penyidik KPK berhasil masuk ke dalam rumah, di salah satu kamar ditemukan Tersangka Nurhadi dan di kamar lainnya ditemukan Tersangka Rezky Herdiyono dan langsung dilakukan penangkapan terhadap keduanya," katanya.

Ghufron mengatakan, Tim Penyidik KPK membawa 2 tersangka ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi kepentingan penyidikan. Saat ini, Nurhadi dan menantunya itu sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Kavling C1.

Ke-2 tersangka kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA itu ditahan selama 20 hari. "Hari pertama terhitung sejak tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan 21 Juni 2020 masing-masing di Rumah Tahanan KPK Kavling C1," ujarnya.

Nurhadi dan menantunya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidairr Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Nurhadi dan Rezky bersama Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016 pada 16 Desember 2019.

Ketiganya telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Februari 2020. Sementara untuk tersangka Hiendra belum tertangkap dan tim KPK masih memburu.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Editor : Djibril Muhammad