KPU Tegaskan Caleg Terpilih Harus Mundur jika Maju Pilkada 2024
JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asya'ri menegaskan caleg terpilih Pemilu 2024 wajib mengundurkan diri jika maju Pilkada November mendatang. Hal itu akan diatur dalam Peraturan KPU tentang Pencalonan Kepala Daerah.
Hasyim Asya'ri mengatakan, calon terpilih yang belum dilantik maka yang bersangkutan harus bersedia mengundurkan diri sebagai anggota DPR DPD atau DPRD.
"Jadi kalau belum dilantik itu statusnya adalah sebagai calon terpilih. Maka apabila yang bersangkutan didaftarkan parpol sebagai calon atau bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, maka yang bersangkutan harus bersedia mengundurkan diri," kata Hasyim di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Syarat atau dokumen ini paling lambat diserahkan 5 hari setelah penetapan pasangan calon, berupa surat pengajuan diri sebagai anggota DPR DPD dan DPRD terpilih. Kemudian yang kedua adalah tanda terima dari pejabat yang berwenang atas penyerahan surta pengajuan pengunduran diri tersebut.
KPU Tegaskan Jumlah Maksimal Pemilih Tiap TPS di Pilkada 2024 Sebanyak 600 Orang
"Kemudian yang ketiga surat keterangan bahwa pengajuan pengunduran diri sedang diproses oleh pejabat yang berwenang," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hasyim memberikan simulasi tahapan pilkada, pendaftaran calon dilaksanakan tanggal 27-29 Agustus, lalu dilakukan penelitian administrasi verifikasi. Kemudian ditetapkan sebagai paslon peserta pilkada pada 22 September 2024.
Untuk anggota DPR dan DPD sebagaimana diketahui, bagi yang terpilih akan dilantik 1 Oktober 2024. Sehingga, begitu yang bersangkutan ditetapkan oleh KPU provinsi atau kabupaten/kota sebagai calon atau paslon peserta Pilkada 2024, maka yang bersangkutan harus segera mengajukan surat pengunduran diri sebagai calon terpilih.
Resmi, PKS Usung Imam Budi Hartono jadi Cawalkot Depok di Pilkada 2024
"Jadi supaya jelas jalur yang ditempuh apakah menjadi calon kepala daerah atau menjadi anggota DPR atau DPD. Kurang lebih simulasinya demikian," pungkasnya.
Editor: Faieq Hidayat