Kronologi OTT KPK terkait Kasus Distribusi Gula di PTPN III

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 04 September 2019 - 07:19 WIB
Kronologi OTT KPK terkait Kasus Distribusi Gula di PTPN III

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. (Foto: iNews.id/ Ilma De Sabrini).

JAKARTA, iNews.id - Kronologi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Tahun 2019 berawal dari informasi masyarakat akan ada transaksi distribusi gula. Tim KPK kemudian bergerak dan menangkap lima orang terkait kasus tersebut.

Lima orang itu, pengelola Money Changer di Jakarta Freddy Tandou (FT) yang merupakan orang kepercayaan pemilik PT Fajar Mulia Transindo Ramlin (RM). Kemudian pegawai Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Corry Luca (CLU), Direktur Pemasaran PTPN III dan Komisaris Utama PT KPBN I Kadek Kertha Laksana (IKL), Direktur Utama PT KPBN Edward S Ginting (EG) serta pemberi pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi (PNO).

"Adanya dugaan permintaan uang dari DPU, (Dolly P Pulungan) Direktur Utama PT. Perkebunan Nusanta III (Persero) kepada PNO (Pieko Njoto Setiadi) pemilik PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019) malam.

Dia mengatakan, pada Senin (2/9/2019) Pieko Njoto meminta Freddy Tandou selaku pengelola money changer untuk mencairkan uang. KPK menduga uang itu rencananya diberikan kepada Dolly. Kemudian, Pieko meminta Ramli untuk mengambil uang di kantor money changer Freddy.

Usai mengambil uang, selanjutnya Ramli menyerahkan uang tersebut kepada Corry Luca (CLU) selaku pegawai Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pukul 17.00 WIB di kantor PTPN di Kuningan, Jakarta.

"CLU, pegawai PT KPBN mengantarkan uang sejumlah SGD345,000 ke IKL (I Kadek Kertha Laksana) Direktur Pemasaran PTPN III (Persero) di kantor KPBN," ucapnya.

Malam harinya pukul 20.00 WIB, tim KPK menangkap Corry Luca di kediamannya. Kemudian pukul 20.30 WIB tim KPK menangkap Ramli di kantornya.

Selanjutnya, KPK menangkap I Kadek Kertha Laksana dan Edward S. Ginting di Jakarta pukul 21.00 WIB. Sedangkan, Freddy Tandou ditangkap di kantornya, Selasa (3/9/2019) pukul 09.00 WIB.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu sebagai pemberi adalah PNO (Pieko Nyotosetiadi), pemilik PT Fajar Mulia Transindo dan sebagai penerima adalah DPU (Dolly Pulungan) dan IKL (I Kadek Kertha Laksana),” katanya.


Editor : Kurnia Illahi