KSAD Jenderal Andika: Sejak Juli 2018 Anggota dan Keluarga TNI AD Diminta Bijak Bermedsos

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:11 WIB
KSAD Jenderal Andika: Sejak Juli 2018 Anggota dan Keluarga TNI AD Diminta Bijak Bermedsos

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (15/10/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan, sejak Juli 2018 satuannya telah menerbitkan surat edaran terkait penggunaan media sosial (medsos) bagi anggota dan keluarga TNI AD. Surat tersebut untuk menjaga anggota dan keluarganya dari penyalahgunaan media sosial (medsos).

Dia mengatakan, surat tersebut terbit karena ada kasus yang menimpa keluarga anggota TNI terkait penyalahgunaan medsos. "Penyalahgunaan ini harus kita kontrol, karena memang satu hal yang tak bertanggung jawab, kami ini AD dan keluarganya punya rambu bermedsos. Medsos hak setiap orang tapi mereka harus tahu batas," katanya di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

BACA JUGA:

KSAD Jenderal Andika Perkasa: Sudah Tujuh Prajurit TNI AD Diberi Sanksi karena Sebarkan Hoaks

KSAD Jenderal Andika Beri Tanda Kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi kepada Dua Pejabat BPK

Andika menjelaskan, TNI AD juga sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada anggota dan keluarganya di seluruh wilayah terkait penggunaan medsos. Dia mengaku, segala bentuk hukuman dan peringatan terus dilakukan kepada anggota TNI untuk menjadikan pribadi yang bijak dalam menggunakan gawai.

"Jadi kalau dilihat dari betapa seringnya dinas atau komando ini berusaha memperingatkan anggota dan keluarganya, ini terjadi kita ingatkan lagi, terjadi, kita ingatkan lagi dan kita sudah perintahkan pada Agustus tahun lalu untuk setiap pemegang satuan setelah mengingatkan berkali-kali, menindak tegas anggota beserta keluarganya yang menyalahgunakan sosial media," tuturnya.

Andika menambahkan, satuannya juga telah melakukan sosialisasi dan pengawasan terkait hal tersebut. Dari sosialisasi diharapkan anggota dan keluarga TNI tidak melakukan ujaran kebencian dan menyebarkan hoaks.

"Kami sebetulnya sudah dimulai sejak tahun lalu, secara spesifik kita beri perintah ke satuan bawah untuk tidak salah gunakan medsos untuk tidak sebarkan info yang enggak benar, alias hoaks. Tidak sebarkan info provokatif, pecah belah, dan tidak menyebarkan info yang menumbuhkan kebencian," ujarnya.

Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari. Hendi juga dikenai sanksi berupa penahanan ringan selama 14 hari.

Pencopotan Hendi terkait unggahan istrinya di media sosial. Istri Hendi, Irma Zulkifli Nasution, membuat status nyinyir tentang peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.

KSAD Andika menegaskan, berkaitan dengan unggahan sang istri, Kolonel Hendi dinyatakan melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

"Sehingga konsekuensinya pada Kolonel HS (Hendi Suhendi) tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan ringan 14 hari," katanya usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.


Editor : Djibril Muhammad