Lagi, 9 ABK Korban Eksploitasi Kapal Long Xin Tiba di Indonesia Jumat Malam

Antara · Sabtu, 30 Mei 2020 - 12:21:00 WIB
Lagi, 9 ABK Korban Eksploitasi Kapal Long Xin Tiba di Indonesia Jumat Malam
Jenazah ABK WNI di kapal pencari ikan China dilarung ke laut. (Screengrab: YouTube/MBC)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah kembali memulangkan sembilan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban eksploitasi kerja di kapal berbendera China Long Xin. Mereka tiba dari Incheon, Korea Selatan Jumat (29/5/2020) malam.

Kepulangan sembilan ABK WNI itu disambut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. benny mengatakan sembilan ABK WNI akan menjalani karantina di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus sebelum kembali ke rumah masing-masing.

"Ini merupakan bagian dari protokol kesehatan pemulangan pekerja migran ke Tanah Air," kata Benny di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Menurut Benny, para ABK WNI itu telah menceritakan kondisi tak layak yang mereka terima selama bekerja di kapal tersebut. Antara lain jam kerja melebihi ketentuan, gaji yang tidak dibayarkan, dan perlakuan tidak layak seperti kekerasan verbal serta fisik.

Benny menjamin Pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti pengaduan para ABK WNI itu hingga mereka memperoleh hak-haknya. Menurutnya ini momentum membenahi tata kelola perlindungan bagi pekerja migran.

"BP2MI bekerja sama dengan perwakilan pemerintah Indonesia di negara lain, Bareskrim Polri, dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntaskan pengaduan ini," ucapnya.

BP2MI juga akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar negeri. Hal itu dilakukan karena diduga ada undur tindak pidana perdagangan orang dalam kasus tersebut.

Hingga hari ini tercatat 8.615 WNI dipulangkan dari luar negeri karena terdampak kebijakan penanganan covid-19 di sejumlah negara, di mana 2.590 masih menjalani karantina dan 6.026 lainnya telah dipulangkan. Dari jumlah tersebut 245 pekerja migran dinyatakan positif covid-19 dan 290 lainnya diduga terpapar setelah menjalani rapid test.

Editor : Rizal Bomantama