Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional dan Tujuannya
Idenya itu disambut dan dikembangkan oleh Sutomo beserta kawan-kawan lainnya. Setelahnya, lahirlah Budi Utomo di Jakarta dengan fokus memajukan pengajaran, perdagangan, sektor pertanian dan peternakan, perdagangan, serta menghidupkan kembali kebudayaan.
Tokoh-tokoh lain yang juga turut andil dalam pendirian Budi Utomo adalah dr Cipto Mangunkusumo, R.A Tirtokusumo, Suraji, dan Gunawan. Kongres pertama organisasi tersebut dilakukan pada 3-5 Oktober 1908 di Yogyakarta.
Hasil dari kongres itu adalah mengesahkan AD/ART, pusat organisasi berada di Yogyakarta, ruang gerak yang terbatas di wilayah Jawa-Madura, menyusun pengurus besar Budi Utomo dengan Ketua R.A Tirtokusumo, mantan Bupati Karanganyar.
Awalnya, Budi Utomo berorientasi pada kalangan priyayi. Namun, seiring berjalannya waktu, organisasi ini berkembang dengan sangat luas. Bukti nyata eksistensi Budi Utomo dalam bidang pendidikan adalah berdirinya Studi Font atau Darmawara untuk perkumpulan para pelajar, terkhusus di wilayah Jawa dan Madura.
Budi Utomo juga meminta kepada pemerintah Hindia-Belanda untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak muda agar bisa mengenyam pendidikan hingga ke Belanda. Organisasi ini menjadi jembatan antara pemerintah kolonial dengan kaum terpelajar Jawa.
Hingga hari ini, semangat Budi Utomo masih terus relevan dan perayaan Hari Kebangkitan Nasional penting untuk dirayakan. Untuk tahun ini, tema Harkitnas belum resmi dirilis. Namun, pada tahun 2022 lalu temanya adalah ‘Ayo Bangkit Bersama’.
Tema tersebut sengaja dipilih demi mengobarkan semangat untuk bangkit dari pandemi Covid-19 yang menerjang. Jadi, bagaimana menurutmu dengan latar belakang Hari Kebangkitan Nasional?
Editor: Puti Aini Yasmin