Latar Belakang Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Eropa, Salah Satunya Mencari Sumber Rempah-rempah
Perang Salib membuat jalur perdagangan Asia-Eropa menjadi terputus. Tak hanya itu, kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Eropa semakin berkurang tiap waktunya karena dialokasikan untuk biaya perang.
Kota Konstantinopel atau sekarang lebih dikenal dengan nama Istanbul, Turki berhasil dikuasai oleh Khalifah Utsmaniyah yang saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II pada 29 Mei 1453.
Kisah Kapten Muslihat Berani Hadapi Penjajah di Bogor meski Dihujani Peluru, Gugur di Usia 19 Tahun
Hal itu membuat bangsa Eropa sulit mendapatkan akses dan melakukan aktivitas perdagangan ke Asia. Sebab, Kota Konstantinopel jadi pintu utama masuk ke Benua Kuning.
Kondisi itu sekaligus membuat bangsa Eropa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar, seperti rempah-rempah, obat-obatan, hingga kain sutera.
Mau tidak mau, bangsa Eropa harus mencari jalur atau rute lain untuk mencapai Asia. Maka dari itu, mereka melakukan penjelajahan samudra dengan tujuan mendapatkan jalur baru ke Asia.
Tak hanya dua alasan itu, bangsa Eropa juga memiliki tujuan lain yaitu 3G (Gold, glory, and gospel). Gold dalam hal ini adalah mereka ingin mendapatkan sebanyak-banyaknya kekayaan ataupun sumber rempah-rempah.
Glory adalah memburu kejayaan dengan menguasai atau menginvasi beberapa daerah di Asia maupun Benua Amerika. Sedangkan, gospel adalah menyebarkan agama Kristen di wilayah yang mereka jelajahi.
Perkembangan sains dan teknologi semakin pesat setelah bangsa Eropa kalah di Perang Salib. Mereka menyadari jika selama ini mereka telah kalah jauh dalam mengembangkan sains dan teknologi jika dibandingkan dengan negara-negara Arab.
Di masa tersebut, muncul berbagai teori sains seperti Galileo Galilei yang berpendapat jika bumi itu bulat. Selain itu, ada Nicolaus Copernicus dengan teori Heliosentrisnya yang meyakini jika matahari adalah sumber atau pusat dari tata surya.
Demikian ulasan mengenai latar belakang penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa. Semoga bermanfaat!
Editor: Komaruddin Bagja